Gaharu. Dari kebun rakyat, ke pasar dunia.
Asosiasi Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia (ASGATRI)
Gaharu dalam upacara dunia

عود
Di Timur Tengah, asap oud menyambut tamu yang dihormati.

沈香
Di Jepang, aroma jinkō didengarkan dalam upacara kōdō.

gaharu
Di Nusantara, gaharu mengharumkan maulid dan tahlilan.








Harum di pasar,sulit di kebun
Sebelum sampai ke upacara, gaharu melewati jalan panjang di tangan petani.






Jalur izin berliku
Aturan tata niaga belum cukup membedakan gaharu budidaya dari gaharu alam.





Harga tanpa patokan
Mutu dan harga sering dinilai sepihak; informasi dan posisi tawar petani belum setara.





Dipandang sebelah mata
Gaharu budidaya kerap dianggap bermutu rendah sebelum hasilnya benar-benar dinilai.





Inokulan tanpa jaminan
Inokulan yang belum teruji ikut beredar; kerja dan harapan petani ikut dipertaruhkan.



Tak harus dihadapi sendiri
ASGATRI menyatukan petani gaharu budidaya: berbagi pengetahuan, mendorong penilaian terbuka, dan memperjuangkan jalur legal yang lebih jelas.






Jalur izin berliku
Aturan tata niaga belum cukup membedakan gaharu budidaya dari gaharu alam.
ASGATRI berencana mengusulkan regulasi khusus gaharu budidaya, lalu mengawal penerapannya.





Harga tanpa patokan
Mutu dan harga sering dinilai sepihak; informasi dan posisi tawar petani belum setara.
ASGATRI berencana menyatukan pasokan anggota, meriset pasar, dan menyusun harga jual terstandar bagi anggota.





Dipandang sebelah mata
Gaharu budidaya kerap dianggap bermutu rendah sebelum hasilnya benar-benar dinilai.
ASGATRI berencana melatih budidaya, membangun kebun percontohan "Hutan Gaharu Rakyat", dan menyertifikasi lahan anggota.





Inokulan tanpa jaminan
Inokulan yang belum teruji ikut beredar; kerja dan harapan petani ikut dipertaruhkan.
ASGATRI berencana meriset, menguji di lapangan, lalu menyediakan inokulan terjangkau bagi anggota.
Menuju 2031
Indonesia sebagai negara penghasil gaharu budidaya yang berkelanjutan, legal, dan berdaya saing global.
- Berbadan hukum sejak 23 Juli 2026 (SK Menkumham AHU-0001256.AH.01.08.TAHUN 2026), kelanjutan FOPEGATRI yang berdiri 2021.
- Kode Etik ASGATRI melarang pemalsuan mutu dan informasi menyesatkan tentang inokulasi.

Dipimpin para senior kehutanan
Pengalaman untuk menyatukan langkah.
Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Si., IPU.
Ketua
- Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
- Analis Kebijakan Ahli Utama.

Budidaya maju, hutan tetap terjaga.
Ir. H. Adi Susmianto, M.Sc.
Ketua Pengawas
- Mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan.
- Mantan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Membawa riset lebih dekat ke kebun.
Prof. Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA
Ketua Divisi III, Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan)
- Profesor Riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
- Pemegang dua paten teknologi gaharu.
Berbeda pengalaman, satu arah untuk petani.
Susunan pengurus lengkap
Pengawas
- Ketua Pengawas
- Ir. H. Adi Susmianto, M.Sc.
- Anggota Pengawas
- Ir. Sulistyo Ahmad Siran, M.Sc.
- Anggota Pengawas
- Mustafa
Pengurus Harian
- Ketua
- Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Si., IPU.
- Wakil Ketua
- Ir. Asep Sugiharta, M.Sc.
- Sekretaris
- R. Wieta Rosita S.
- Wakil Sekretaris
- Ir. Adib Gunawan
- Bendahara
- Dr. Renea Shinta Aminda, SE, MM.
- Wakil Bendahara
- Fajar Ismayanti
Divisi
- Ketua Divisi I, Kebijakan dan Regulasi
- Ir. Samedi, Ph.D.
- Ketua Divisi II, Budidaya
- Ir. Muswir Ayub
- Ketua Divisi III, Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan)
- Prof. Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA
- Ketua Divisi IV, Pemasaran dan Pengembangan Usaha
- Zulman
- Ketua Divisi V, Informasi dan Komunikasi
- Dr. Tien Wahyuni
- Anggota Divisi V
- Sugi
Koordinator Wilayah
- Korwil Sumatera
- Hasbi
- Korwil Jawa, Bali, Nusa Tenggara
- Dewa Nyoman Triatmaja, SE
- Korwil Kalimantan
- Fatur Rahman, S.Hut
- Korwil Sulawesi, Maluku, Papua
- Partono










Rencana kerja 2026–2031
Fondasi dulu, lalu tumbuh. Semua langkah di bawah ini adalah rencana kerja asosiasi.

2026–2027: memperkuat fondasi
- Task force regulasi, dialog dengan kementerian, dan Konferensi Nasional Gaharu Budidaya.
- Kampanye "Ayo Gabung ASGATRI".
- Pelatihan dasar budidaya.

2028: menguji di lapangan
- Mengawal regulasi baru di daerah.
- Percontohan "Hutan Gaharu Rakyat" dan validasi inokulan di lapangan.
- Riset pasar, harga jual terstandar, dan platform informasi daring.

2029: menata mutu dan pasar
- Advokasi penyederhanaan ekspor dan sertifikasi lahan anggota.
- Inokulan terjangkau dan produk turunan: serpih, bubuk, minyak.
- Program kesejahteraan anggota.

2030–2031: menuju pasar dunia
- Perlindungan hukum petani dan bibit bersertifikat.
- Transfer teknologi dan kaderisasi petani muda.
- Ekspor perdana dan pameran dagang internasional.

Lima divisi menjalankan rencana
- IKebijakan dan Regulasi
- IIBudidaya
- IIITeknologi (Inokulasi dan Pengolahan)
- IVPemasaran dan Pengembangan Usaha
- VInformasi dan Komunikasi
Rincian per divisi
| Divisi | 2026–2027 | 2028 | 2029 | 2030–2031 |
|---|---|---|---|---|
| I Kebijakan dan Regulasi | Task force regulasi; advokasi regulasi tata niaga gaharu budidaya | Mengawal penerapan regulasi di daerah bersama pemda dan balai KSDA | Advokasi penyederhanaan ekspor gaharu budidaya | Advokasi perlindungan hukum bagi petani |
| II Budidaya | Pelatihan dasar budidaya modern | Percontohan "Hutan Gaharu Rakyat" | Sertifikasi lahan anggota | Kemandirian bibit bersertifikat |
| III Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan) | Riset dasar teknologi inokulasi | Validasi dan uji lapangan inokulan | Produksi inokulan terjangkau bagi anggota | Transfer teknologi dan pendampingan petani |
| IV Pemasaran dan Pengembangan Usaha | Jejaring antarpetani untuk konsolidasi pasokan | Riset pasar, negosiasi dengan pembeli, harga jual terstandar | Produk turunan (serpih, bubuk, minyak) dan pendaftaran paten | Ekspor perdana dan pameran dagang internasional |
| V Informasi dan Komunikasi | Kampanye "Ayo Gabung ASGATRI" dan pendataan anggota | Platform informasi daring | Program kesejahteraan anggota | Kaderisasi petani muda |
Satu gerakan, dari Sumatera sampai Papua
Koordinator wilayah
Korwil SumateraHasbi
Aquilaria tumbuh di barat dan tengah Nusantara; Gyrinops di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Masa depan gaharu tumbuh bersama.
ASGATRI terbuka bagi petani dan pelaku usaha gaharu budidaya di seluruh Indonesia.
Gabung ASGATRI (membuka formulir di tab baru)











