ASGATRIGabung (membuka formulir di tab baru)

Gaharu. Dari kebun rakyat, ke pasar dunia.

Asosiasi Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia (ASGATRI)

Gaharu dalam upacara dunia

  • عود

    Di Timur Tengah, asap oud menyambut tamu yang dihormati.

  • 沈香

    Di Jepang, aroma jinkō didengarkan dalam upacara kōdō.

  • gaharu

    Di Nusantara, gaharu mengharumkan maulid dan tahlilan.

Harum di pasar,sulit di kebun

Sebelum sampai ke upacara, gaharu melewati jalan panjang di tangan petani.

Jalur izin berliku

Aturan tata niaga belum cukup membedakan gaharu budidaya dari gaharu alam.

Harga tanpa patokan

Mutu dan harga sering dinilai sepihak; informasi dan posisi tawar petani belum setara.

Dipandang sebelah mata

Gaharu budidaya kerap dianggap bermutu rendah sebelum hasilnya benar-benar dinilai.

Inokulan tanpa jaminan

Inokulan yang belum teruji ikut beredar; kerja dan harapan petani ikut dipertaruhkan.

Tak harus dihadapi sendiri

ASGATRI menyatukan petani gaharu budidaya: berbagi pengetahuan, mendorong penilaian terbuka, dan memperjuangkan jalur legal yang lebih jelas.

  1. Jalur izin berliku

    Aturan tata niaga belum cukup membedakan gaharu budidaya dari gaharu alam.

    ASGATRI berencana mengusulkan regulasi khusus gaharu budidaya, lalu mengawal penerapannya.

    Ditangani
    Divisi I, Kebijakan dan Regulasi
    Rencana
    • 2026–2027 Advokasi regulasi tata niaga gaharu budidaya
    • 2028 Mengawal penerapan regulasi di daerah
    • 2029 Advokasi penyederhanaan ekspor
  2. Harga tanpa patokan

    Mutu dan harga sering dinilai sepihak; informasi dan posisi tawar petani belum setara.

    ASGATRI berencana menyatukan pasokan anggota, meriset pasar, dan menyusun harga jual terstandar bagi anggota.

    Ditangani
    Divisi IV, Pemasaran dan Pengembangan Usaha
    Rencana
    • 2026–2027 Konsolidasi pasokan antarpetani
    • 2028 Riset pasar dan harga jual terstandar
  3. Dipandang sebelah mata

    Gaharu budidaya kerap dianggap bermutu rendah sebelum hasilnya benar-benar dinilai.

    ASGATRI berencana melatih budidaya, membangun kebun percontohan "Hutan Gaharu Rakyat", dan menyertifikasi lahan anggota.

    Ditangani
    Divisi II, Budidaya
    Rencana
    • 2026–2027 Pelatihan dasar budidaya
    • 2028 Percontohan "Hutan Gaharu Rakyat"
    • 2029 Sertifikasi lahan anggota
  4. Inokulan tanpa jaminan

    Inokulan yang belum teruji ikut beredar; kerja dan harapan petani ikut dipertaruhkan.

    ASGATRI berencana meriset, menguji di lapangan, lalu menyediakan inokulan terjangkau bagi anggota.

    Ditangani
    Divisi III, Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan)
    Rencana
    • 2026–2027 Riset dasar teknologi inokulasi
    • 2028 Validasi dan uji lapangan
    • 2029 Produksi inokulan terjangkau

Menuju 2031

Indonesia sebagai negara penghasil gaharu budidaya yang berkelanjutan, legal, dan berdaya saing global.

  • Berbadan hukum sejak 23 Juli 2026 (SK Menkumham AHU-0001256.AH.01.08.TAHUN 2026), kelanjutan FOPEGATRI yang berdiri 2021.
  • Kode Etik ASGATRI melarang pemalsuan mutu dan informasi menyesatkan tentang inokulasi.
Potret Ir. Djati Witjaksono Hadi.

Dipimpin para senior kehutanan

Pengalaman untuk menyatukan langkah.

Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Si., IPU.

Ketua

  • Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Analis Kebijakan Ahli Utama.
Potret Ir. H. Adi Susmianto.

Budidaya maju, hutan tetap terjaga.

Ir. H. Adi Susmianto, M.Sc.

Ketua Pengawas

  • Mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan.
  • Mantan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati.
Potret Prof. Dr. Ir. Maman Turjaman.

Membawa riset lebih dekat ke kebun.

Prof. Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA

Ketua Divisi III, Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan)

  • Profesor Riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
  • Pemegang dua paten teknologi gaharu.

Berbeda pengalaman, satu arah untuk petani.

Susunan pengurus lengkap

Pengawas

Ketua Pengawas
Ir. H. Adi Susmianto, M.Sc.
Anggota Pengawas
Ir. Sulistyo Ahmad Siran, M.Sc.
Anggota Pengawas
Mustafa

Pengurus Harian

Ketua
Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Si., IPU.
Wakil Ketua
Ir. Asep Sugiharta, M.Sc.
Sekretaris
R. Wieta Rosita S.
Wakil Sekretaris
Ir. Adib Gunawan
Bendahara
Dr. Renea Shinta Aminda, SE, MM.
Wakil Bendahara
Fajar Ismayanti

Divisi

Ketua Divisi I, Kebijakan dan Regulasi
Ir. Samedi, Ph.D.
Ketua Divisi II, Budidaya
Ir. Muswir Ayub
Ketua Divisi III, Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan)
Prof. Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA
Ketua Divisi IV, Pemasaran dan Pengembangan Usaha
Zulman
Ketua Divisi V, Informasi dan Komunikasi
Dr. Tien Wahyuni
Anggota Divisi V
Sugi

Koordinator Wilayah

Korwil Sumatera
Hasbi
Korwil Jawa, Bali, Nusa Tenggara
Dewa Nyoman Triatmaja, SE
Korwil Kalimantan
Fatur Rahman, S.Hut
Korwil Sulawesi, Maluku, Papua
Partono

Rencana kerja 2026–2031

Fondasi dulu, lalu tumbuh. Semua langkah di bawah ini adalah rencana kerja asosiasi.

Persemaian bibit gaharu; para petani berkumpul di bawah lampu.

2026–2027: memperkuat fondasi

  • Task force regulasi, dialog dengan kementerian, dan Konferensi Nasional Gaharu Budidaya.
  • Kampanye "Ayo Gabung ASGATRI".
  • Pelatihan dasar budidaya.
Kebun percontohan gaharu muda; seorang petani memeriksa batang.

2028: menguji di lapangan

  • Mengawal regulasi baru di daerah.
  • Percontohan "Hutan Gaharu Rakyat" dan validasi inokulan di lapangan.
  • Riset pasar, harga jual terstandar, dan platform informasi daring.
Serpih gaharu dijemur di tampah; alat suling sederhana mengepul.

2029: menata mutu dan pasar

  • Advokasi penyederhanaan ekspor dan sertifikasi lahan anggota.
  • Inokulan terjangkau dan produk turunan: serpih, bubuk, minyak.
  • Program kesejahteraan anggota.
Kapal pinisi bermuatan peti berlayar menuju upacara di negeri jauh.

2030–2031: menuju pasar dunia

  • Perlindungan hukum petani dan bibit bersertifikat.
  • Transfer teknologi dan kaderisasi petani muda.
  • Ekspor perdana dan pameran dagang internasional.

Lima divisi menjalankan rencana

  1. IKebijakan dan Regulasi
  2. IIBudidaya
  3. IIITeknologi (Inokulasi dan Pengolahan)
  4. IVPemasaran dan Pengembangan Usaha
  5. VInformasi dan Komunikasi
Rincian per divisi
Rencana kerja lima divisi ASGATRI, 2026–2031. Setiap isian adalah rencana.
Divisi2026–2027202820292030–2031
I Kebijakan dan RegulasiTask force regulasi; advokasi regulasi tata niaga gaharu budidayaMengawal penerapan regulasi di daerah bersama pemda dan balai KSDAAdvokasi penyederhanaan ekspor gaharu budidayaAdvokasi perlindungan hukum bagi petani
II BudidayaPelatihan dasar budidaya modernPercontohan "Hutan Gaharu Rakyat"Sertifikasi lahan anggotaKemandirian bibit bersertifikat
III Teknologi (Inokulasi dan Pengolahan)Riset dasar teknologi inokulasiValidasi dan uji lapangan inokulanProduksi inokulan terjangkau bagi anggotaTransfer teknologi dan pendampingan petani
IV Pemasaran dan Pengembangan UsahaJejaring antarpetani untuk konsolidasi pasokanRiset pasar, negosiasi dengan pembeli, harga jual terstandarProduk turunan (serpih, bubuk, minyak) dan pendaftaran patenEkspor perdana dan pameran dagang internasional
V Informasi dan KomunikasiKampanye "Ayo Gabung ASGATRI" dan pendataan anggotaPlatform informasi daringProgram kesejahteraan anggotaKaderisasi petani muda

Satu gerakan, dari Sumatera sampai Papua

Koordinator wilayah

Korwil SumateraHasbi

Aquilaria tumbuh di barat dan tengah Nusantara; Gyrinops di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kebun gaharu rakyat saat fajar; seorang petani merawat bibit.

Masa depan gaharu tumbuh bersama.

ASGATRI terbuka bagi petani dan pelaku usaha gaharu budidaya di seluruh Indonesia.

Gabung ASGATRI (membuka formulir di tab baru)